<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Keamanan Nasional on Isu Terorisme Internasional</title><link>https://isuteroris.com/categories/keamanan-nasional/</link><description>Recent content in Keamanan Nasional on Isu Terorisme Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://isuteroris.com/categories/keamanan-nasional/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Strategi Perlindungan Infrastruktur Kritis Terhadap Ancaman Sabotase Fisik Kontemporer</title><link>https://isuteroris.com/posts/keamanan-infrastruktur-kritis/</link><pubDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://isuteroris.com/posts/keamanan-infrastruktur-kritis/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia saat ini berada dalam fase ketidakpastian geopolitik yang tinggi, di mana batas antara konflik simetris dan asimetris menjadi semakin kabur. Infrastruktur Kritis Nasional (IKN) atau Objek Vital Nasional (Obvitnas)—yang mencakup sektor energi, air, transportasi, telekomunikasi, dan fasilitas kesehatan—kini menjadi target utama dalam doktrin peperangan hibrida. Sabotase fisik, yang dulunya dianggap sebagai ancaman sekunder dibandingkan serangan siber, kini kembali muncul dengan intensitas dan kecanggihan yang lebih tinggi. Ancaman ini tidak lagi hanya datang dari kelompok militan tradisional, tetapi juga dari aktor negara (&lt;em&gt;state-sponsored actors&lt;/em&gt;) yang menggunakan proksi untuk melumpuhkan stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara tanpa harus memicu perang terbuka.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Diplomasi Preventif dan Deradikalisasi: Strategi Multilateral Menghadapi Ekstremisme Kekerasan</title><link>https://isuteroris.com/posts/diplomasi-preventif-deradikalisasi/</link><pubDate>Sun, 25 Jan 2026 14:30:00 +0000</pubDate><guid>https://isuteroris.com/posts/diplomasi-preventif-deradikalisasi/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia kontemporer menghadapi tantangan keamanan yang semakin asimetris dan transnasional. Ekstremisme kekerasan bukan lagi sekadar ancaman domestik yang bisa diselesaikan dengan pendekatan militeristik konvensional. Sebaliknya, fenomena ini telah bermutasi menjadi jaringan global yang memanfaatkan celah digital dan ketidakstabilan politik untuk menyebarkan ideologi destruktif. Menelaah efektivitas kerja sama internasional dan program deradikalisasi berbasis komunitas menjadi sangat krusial, karena keduanya merupakan pilar utama dalam membangun arsitektur pencegahan terorisme yang berkelanjutan dan komprehensif.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>