<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Ekstremisme Kognitif on Isu Terorisme Internasional</title><link>https://isuteroris.com/tags/ekstremisme-kognitif/</link><description>Recent content in Ekstremisme Kognitif on Isu Terorisme Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://isuteroris.com/tags/ekstremisme-kognitif/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dinamika Psikologi Radikalisasi dalam Ekosistem Digital: Analisis Kognitif dan Perilaku</title><link>https://isuteroris.com/posts/psikologi-radikalisasi-digital/</link><pubDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://isuteroris.com/posts/psikologi-radikalisasi-digital/</guid><description>&lt;p&gt;Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap interaksi manusia secara fundamental. Namun, di balik kemudahan akses informasi, terdapat fenomena gelap yang berkembang pesat: radikalisasi digital. Proses ini bukan sekadar perpindahan propaganda dari selebaran fisik ke media sosial, melainkan sebuah transformasi metodologis yang memanfaatkan kerentanan psikologis manusia dan arsitektur algoritma platform digital. Memahami dinamika ini memerlukan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan psikologi kognitif, perilaku sosial, dan ilmu data.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="arsitektur-kognitif-dan-kerentanan-individu"&gt;Arsitektur Kognitif dan Kerentanan Individu&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Radikalisasi dalam ruang siber tidak terjadi dalam ruang hampa. Proses ini sering kali dimulai dengan pemanfaatan bias kognitif yang secara inheren ada dalam otak manusia. Salah satu mekanisme yang paling dominan adalah &lt;em&gt;confirmation bias&lt;/em&gt; atau bias konfirmasi. Di dunia digital, individu cenderung mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang mendukung keyakinan awal mereka. Ketika seseorang mulai terpapar pada narasi ekstremis, algoritma media sosial akan menangkap minat tersebut dan menyajikan konten serupa secara terus-menerus.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>